YoKoyoIkiSaikiLe

Hidup bagaikan air mengalir, Bila anda berkenan mengikuti arus silahkan asal jangan terbawa arus, bila arus mulai deras dan tidak aman menepilah

Sejarah Azan Tujuh Orang Muadzin

Azan pitu merupakan tradisi yang sangat unik karena tradisi azan itu dilaksanakan oleh tujuh orang muadzin secara bersamaan. Dan azan pitu ini hanya ada di Masjid Sang Cipta Rasa, sebuah masjid yang terletak di sebelah barat alun-alun Keraton Kesepuhan Cirebon. Tradisi azan pitu telah dilakukan secara turun temurun sejak lima ratus tahun lalu.Tujuh orang yang melantunkan azan ini merupakan pengurus masjid yang dipilih penghulu masjid, meski tak ada persyaratan khusus, namun sebagian besar muadzin merupakan keturunan dari muadzin azan pitu sebelumnya.

Sedangkan mengenai literatur sejarah azan memang sulit ditemukan karena kebanyakan buku-buku yang beredar cenderung membahas tentang sejarah Kesultanan Cirebon. Kita hanya akan mendapati cerita yang turun temurun yang beredar di masyarakat Cirebon. Menurut keterangan yang diperoleh ada dua versi tradisi azan pitu


Versi pertama, tradisi azan pitu bermula saat masjid Sang Cipta Rasa masih beratapkan rumbia dan itu mengakibatkan kebakaran hebat, Melihat keadaan itu berbagai upaya dilakukan untuk memadamkan api, namun hasilnya gagal, Sampai pada akhirnya istri Sunan Gunung Jati yang bernama Nyi Mas Pakungwati menyarankan agar dikumandangkan azan, Namun api belum juga padam, azan kembali dikumandangkan oleh dua orang sampai berturut-turut tiga orang sampai enam orang, namun api belum juga padam. Konon api baru padam setelah azan dikumandangkan oleh tujuh orang muadzin. Sejak saat itulah tradisi azan pitu dilestarikan hingga saat ini.

Versi Kedua, menerangkan bahwa azan pitu merupakan titah dari Sunan Gunung Jati sebagai startedi untuk mengalahkan pendekar jahat yang berilmu hitam tinggi bernama Menjangan Wulung, Saat itu Menjangan Wulung bertengger di kubah masjid dan menyerang setiap orang yang hendak ke masjid baik untuk azan maupun hendak sholat. Setiap muadzin yang melantunkan azan selalu meninggal terkena serangan Menjangan Wulung, Selanjutnya Sunan Gunung Jati meminta tujuh orang melantunkan azan sekaligus berbarengan, begitu azan selesai dikumandangkan, seketika terdengar ledakan dari bagian atas bengunan masjid. Menjangan Wulung yang berada di kubah Masjid Sang Cipta Rasa terluka, lalu ia terbang terpental dan darahnya pun jatuh berceceran.

Bersamaan dengan perginya Menjangan Wulung konon kubah Masjid Sang Cipta Rasa pun ikut terbawa dan kemudian kubah itu menumpuk di atas kubah Masjid Agung Serang Banten, Konon karena itulah Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon tidak mempunyai kubah, sedangkan Masjid Agung Serang Banten mempunyai dua buah kubah yang bertumpukan.
Konon menurut cerita para orang tua darah “Menjangan Wulung” yang berceceran itu tumbuh menjadi tanaman labu hitam atau masyarakat Cirebon biasa menyebutnya “wolu ireng” Dan memakan walu ireng itu merupakan pantangan bagi anak-cucu orang Cirebon, lalu pada akhirnya Menjangan Wulung memang musnah karena terpental dari masjid bersamaan dengan meledaknya kubah (momolo) masjid, Namun sayangnya satu dari tujuh amir masjid tersebut meninggal.

Di Indonesia terdapat sejumlah masjid yang memiliki nilai nilai sejarah dan keindahan arsitekturnya. Masjid-masjid tersebut menjadi saksi perkembangan Islam di Tanah Jawa Salah satunya adalah masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon, tempat dimana azan piyu dilaksanakan.
Masyarakat mempunyai nilai sendiri untuk mengungkap nilai agama dan sejarah masjid ini, Oleh karena itu di masyarakat beredar kisah-kisah yang berkisar tentang awal mula pendirian masjid, tokoh-tokoh pendirinya, latar belakang pemberian namanya, dan cerita-serita lainnya seperti cerita asal mula dilaksanakannya azan pitu.

Terlepas dari perbedaan-perbedaan itu terdapat nilai agama, sejarah dan budaya Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang sangat penting bagi masyarakat Cirebon, Misalnya Azan pitu yang dikumandangkan oleh tujuh orang sekaligus menanamkan kepercayaan akan kekuatankalimat “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar)

Adanya pelaksanaan azan pitu di Masjid Sang Cipta Rasa cukup menarik minat para wisatawan atau peziarah untuk datang mengunjungi masjid ini, Oleh karena itu tak heran jika pada hari jumat ada begitu banyak orang yang datang untuk menunaikan sholat di masjid ini, yang datang dan ikut melaksanakan sholat jumatpun tak hanya kaum laki-laki tetapi ada juga wanita.

Azan pitu di Masjid Sang Cipta Rasa hanyalah salah satu wujud tradisi yang merupakan bagian dari budaya Cirebon, Selain adanya Masjid Sang Cipta Rasa dengan tradisi azan pitunya. Cirebon masih memiliki banyak tradisi-tradisi lain yang juga patut dilestarikan seperti tradisi iring-iringan panjang jimat

Dengan terus merawat, mempertahankan dan melestarikan tradisi dan budayanya, suatu daerah akan bisa dijadikan salah satu tujuan wisata yang akan sangat berguna bagi perkembangan pariwisata daerah tersebut,

Untuk melesatrikan tradisi suatu daerah sangat diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan juga masyarakat. Pemerintah daerah sudah sepatutnya membantu dalam melestarikan suatu tempat didaerah tersebut yang merupakan bukti bukti sejarah dimas lampau

Peran masyarakatpum tak kalah penting, misalnya dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan mau mengenal tradisi-tradisi yang ada didaerahnya itu setidaknya sudah menunjukan bahwa seseorang itu mau berusaha dan membantu dalam melestarikan suatu tradisi dan budayanya –jejep Falahul Alam/KC12032011

2 comments on “Sejarah Azan Tujuh Orang Muadzin

  1. triscbn
    April 16, 2011

    ,,,,,,,

  2. Anonymous
    Desember 29, 2012

    kalau itubaik mengapa tidak kita amalkan, karena azan adalah kalimat Allah yang maha agung.

Silahkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 12, 2011 by in Budaya.

Monthly archives

Visitor

free counters

Traffic

YM Online

Blog Statistik

  • 97,044

Fashion Zennerza

Design playground

Gowes

KithandKin

Keluarga

Toekang Keboen

foto-foto
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: